Semua orang dalam hidup ini pasti pernah merasakan yang disebut kecewa. Sungguh menyakitkan memang di saat kecewa itu melanda, kita bagaikan dalam sebuah dimensi waktu yang terhenti dalam ketidakpercayaan, tak mengapa kita tidak sendiri, banyak teman kita di luar sana yang juga mengalami
nasib yang sama, hanya levelnya saja yang berbeda. Kecewa itu beragam, entah kecewa karena cita-cita, pekerjaan, pendidikan, bahkan cinta, di saat kita mengalami hal tersebut pastinya kita bilang "Mengapa Begini" yah, itulah hal yang lazim kita katakan seakan hidup ini tidak ada gunanya, kita akan terlarut dalam lamunan yang sangat panjang apabila kita tidak segera menghentikannya kita akan berakhir dalam hal-hal yang negatif. Bolehlah kecewa tetapi harus ada batasannya, paling maksimal satu bulan kita harus
bisa membuangnya jauh-jauh dan tidak memikirkannya, di saat pikiran itu datang kita harus segera membuangnya dan jangan sampai melamun itu adalah strategi setan yang terkutuk.
nasib yang sama, hanya levelnya saja yang berbeda. Kecewa itu beragam, entah kecewa karena cita-cita, pekerjaan, pendidikan, bahkan cinta, di saat kita mengalami hal tersebut pastinya kita bilang "Mengapa Begini" yah, itulah hal yang lazim kita katakan seakan hidup ini tidak ada gunanya, kita akan terlarut dalam lamunan yang sangat panjang apabila kita tidak segera menghentikannya kita akan berakhir dalam hal-hal yang negatif. Bolehlah kecewa tetapi harus ada batasannya, paling maksimal satu bulan kita harus
bisa membuangnya jauh-jauh dan tidak memikirkannya, di saat pikiran itu datang kita harus segera membuangnya dan jangan sampai melamun itu adalah strategi setan yang terkutuk.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar